17 YEARS YOUNG

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته












How old are you?// I’m 17 years young.

It’s such an annoying time to know that I have been growing old, but not growing up yet. Ahahaha About my seventeen.. It’s like argghh.

Tanggal 9 Oktober sudah berlalu. Berlalu dengan sangat bahkan terlalu cepat seakan ia menolak bersahabat. Aku masih di sini. Tunggulah sebentar lagi, ku mohon...

Tulisan ini dibuat pada awal menuju pertengahan bulan November, tapi kenangan tanggal 9 bukannya tidak bisa terlupa. Justru ia semakin menampakkan gelap di ujung hari. Derai air mata tidak mengalir. Selaras tidak kubaca dan tidak kudengar notifikasi penyampai ucapan selamat. Semakin hari ucapan selamat hanya menyurutkan makna setahun bertambahnya usia. 

Semakin hari juga ku menyadari bahwa kata ‘gue’ terlalu enggan bersama ku.
Ada dia yang teramat dekat mendekap dengan do’a, meraih tanganku dan memegangnya seolah hari ini benar-benar penting. Ada juga dia yang menyapa di pagi yang sibuk. Suaranya mengalahkan riuhnya kamar pagi itu. Siapa yang menghiraukan? Ku rasa tidak ada. Terimakasih halo kamu dan kalian. Semoga ada do’a terbaik yang terselip dan kembali kepada engkau.

Hingga sore hari menjelang senja yang masih juga sibuk. Sibuk yang ada ada saja. Urusan pribadi jangan digaduhi. Ku sibuk dengan syukuran itu. Bentuk apapun yang bisa ku beri. Ku bahagia, fyi. Namun, tanpa ku sadari ini terlalu cepat. Sungguh sulit sekali menggambarkan betapa tanggal 9 pagi terlalu cepat menjadi malam. Hening.

10 Oktober ku yakin segera datang. Dia mengucapkan selamat kepadaku semalam. Ntah bagaimana dia bisa tahu. Masih dengan suasana yang sama, sepekan ku paksa masih seperti tanggal 9. Mungkin bukan memaksa karena nyatanya riuh rendah yang ada masih tentang tanggal 9. Terbaca lagi dan lagi seseorang mengucap selamat, bukti bahwa tanggal 9 terjadi hampir tujuh hari kan? Dan kamu pun ternyata mengucapkan kata yang sama namun berbeda. Hanya tawa dibenakku ketika mengingatnya. Sebutkan rukun islam seluruhnya! Penuh makna ya bae. Ntah apamu yang mengubah cara pandanganku menghadapi dunia ini. Dan ku enggan menolaknya.

Jika sampai ku salah mengartikan tujuh belas ini. Hancur sudah. Fa, berhati-hatilah! Dunia yang sesungguhnya bukan yang kamu anggap tidak aman ini. Sampai kamu bisa menilainya, membandingkannya di masa depan. Tunggu dan renungkan!

Ya Allah semoga dengan bertambahnya usia ini, engkau memberi barokah yang seluas-luasnya kepada hamba dan orang-orang yang membersamai langkah hamba. Kumpulkan hamba kepada orang-orang yang memiliki satu tujuan mencapai jannah dan mau bersusah – senang bersama.

Ya Allah, rahmati hamba pada setiap harinya. Juga pada hari hamba lahir, pada hari hamba Engkau panggil, dan pada hari hamba Engkau bangkitkan.


Aamiin ya rabbal ‘alamiin...



و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته





Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.