TEBING BREKSI - WISATA BARU YANG INSTAGRAMABLE
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
TEBING BREKSI
Tebing Breksi adalah tempat wisata alam yang terletak di Kel.
Sambirejo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DIY. Dulunya lokasi ini adalah tempat
penambangan yang dikelola sejak lama oleh masyarakat sekitar dan luar daerah
untuk kebutuhan ekonomi, namun sejak tahun 2005, penambangan mulai sepi dan
sejak saat itu banyak remaja sekitar yang berkunjung pada sore hari untuk
menikmati senja dari puncak tebing dengan pemandangan Gunung Merapi dan
Merbabu.
Masyarakat pun mulai berpikir bahwa lokasi ini berpotensi menjadi
tempat wisata yang dapat dikelola dengan baik. Pemerintah pun ikut mendanai
dikelolanya tempat wisata ini dengan
bertahap.
Sejak tahun 2015, Tebing Breksi bukan lagi lokasi bekas penambangan
yang terbengkalai, namun sudah menjadi objek wisata alam baru di kawasan Prambanan
yang semakin cantik dengan penataan lebih rapi.
[diambil dari berbagai sumber dengan perubahan]
DIRECTION
Perhatikan peta di bawah!
Dari arah manapun, sebenernya kalian bisa belok di beberapa gang,
karena belokan pertama enggak cuman satu.
Perspektif ini, kita dari Jalan Raya Piyungan. Kalau kita dari arah
Jogja/ Sleman berati belokan pertama (ke kanan) di gang dengan papan tulisan
MBS Jogja. Kalau kita dari arah Klaten/ Solo berati belokan pertama (ke kiri) di
gang dengan papan tulisan MBS Jogja.
Jalan ini udah oke, khas desa yang enggak terlalu lebar (tau kan ya)
dan sepanjang jalan ini ada beberapa rumah di kanan kiri juga ladang dan kios
cinderamata. Kalian juga bisa lihat asrama MBS Jogja sekitar 70 meter di kiri
jalan.
Belokan kedua (ke kanan) tampak masih sama kayak jalan dari belokan
pertama, It looks homie. Jalan ini lebih pendek dibanding jalan
sebelumnya.
Belokan ketiga (ke kiri) ada papan Tebing Breksi. Jalan di belokan inilah
yang paling panjang (±1,7 km) dan cukup lebar, di beberapa meter pertama masih
landai, seterusnya barulah tanjakan dengan jalan cor bukan aspal. Sekitar 100
meter terakhir sebelum masuk ke kawasan Tebing Breksi, jalanan aspal cukup
bergelombang. Di kanan kiri jalan ini, banyak rumah peduduk, toko kecil, dan
gang yang berpapan tulisan wisata lain, ex. Candi.
KESAN PERTAMA
Gurun? Eh bukan juga. Bekas tambang, mungkin?
Sepi (efek pagi hari)?
Kalo tempatnya kayak begini, gila panas banged. Demi apa coba?!
Setelah turun dari motor, baru sadar kalo tempatnya keren dan udah
tertata di beberapa sudut, tapi ngebosenin.Ya cuman gitu gitu aja, tebing putih
rada kecoklatan pake ukiran, dan tangga tangga.
Semua itu baru kesan pertama.
STORY TIME
Kapan hari yang lalu, fafa bareng mamah motoran ke sini, tepatnya
Rabu 12/04/2017. Awalnya fafa samsek enggak tau, ini tempat apa dan dimana. Denger
juga enggak.
Layaknya tempat wisata lain, ada kontribusi yang harus dibayar. Waktu
itu, biaya masuk dan parkir masih sukarela. Next, cari tempat parkir, mungkin bukan
nyari, lebih tepatnya mikir ‘ini tempat parkirnya yang mana?’ habis semua emang
tanah putih lapang dan enggak ada tukang parkir cuman papan penunjuk arah (yang
kelihatan meragukan).
Udah dapet tempat yang juga ada beberapa motor parkir, dan yaudala
ya pasti ini tempat parkirnya. Posisi itu ada di depan jajaran warung makan.
Lanjut, cari spot foto yang kira-kira ok la.
Tebing pertama ini enggak terlalu tinggi, tapi tangganya kecil dan medeni.
Spot foto yang ok, karena tebing di sampingnya keliatan + ada
pemandangan juga.
Puncak kedua, masih di tebing yang sama.
Cuman tinggal turun dikit dari puncak utama tebin g.
Kalau kalian dapet angle kayak foto di bawah, tampak sampingnya
jurang, dan background super ok dari tebing samping.
Tebing kedua cuman punya satu puncak. Ada tangga lebar menuju ke
puncak tebing.
Enggak sesuai ekspektasi, ternyata di atas tebing malah ada tanah (yang
bener bener tanah) dengan beberapa ilalang + pohon kurus + bunga liar, tapi ini
udah di atas standar sih keliatannya, karena tampak udah dirapihin dan sengaja
di beri batuan untuk duduk duduk gitu.
Enggak banyak spot yang bisa di explore buat foto dari
puncak ini, karena pesona tebingnya justru enggak keliatan, kecuali kalian mau
foto sama pemandangan gunung di belakang, justru di sini ajibb banged. Ada
papan yang jadi spot foto juga, sampe perlu antri.
Di bawah tebing kedua, ada semacam panggung atau apalah ini dengan historical
background pewayangan. Spot foto paling diminati.
Dari semua spot foto yang udah dijajah, spot favorit versi fafa
justru di pojok deket toilet di belakang jajaran warung makan. Spot ini berupa
tangga yang normal normal aja, tapi punya daya tariknya sendiri. #kayakkamu #eh
Tangga ini mengarah ke taman di atas yang masih dalam tahap
pengerjaan, ada sepetak sawah (beneran emang cuman sepetak doang), dan gubug.
Udah gitu aja.
FASILITAS:
-
Masjid
Roudhotus Sholihin
-
Toilet baru +
bersih
-
Warung makan
-
Jeep
-
Spot foto yang
instagramable
-
Parkir
PLUS :
-
Instagramable
-
Bersih
-
Parkir luas
buat bus
-
Jalan ke sini
udah OK
-
Tangga cukup safe,
karena udah dilengkapi sama pegangan (atau gagang atau apalah kalian nyebutnya)
MINUS:
-
Yakin! Ini
panas terik kalo siang
-
Ada beberapa
tempat yang belum selesai pengerjaan
-
Jarang pohon
SARAN:
- Dateng pagi!
Serius deh, pagi jam 8 an aja udah kerasa panasnya, apalagi siang.
- Pake sunblock
sebelum bener bener mejeng buat strolling photo spot
- Pake kaos atau
pakaian yang nyaman, jangan pake kebaya kalo kalian gamau dikira foto pre-wed
:v
- Pake sepatu
yang bersol karet, jangan enggak pake sandal atau malah pake heels karena
kalian lagi di tebing bukan mau berenang atau kondangan.
- Buat ciwi ciwi
hijaber, kalo mau pake jilbab persegi/ pashmina pastikan jarumnya kokoh (susah
cari kata lain :*) karena angin di sini suka membelai badai
- Bawa barang
seperlunya
- Pastikan baterai
kamera atau HP in full condition.
- Gausah malu
kalo mau foto, karena jadi tontonan orang itu udah pasti.
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Tidak ada komentar: