BUKAN ANAK MUDA YANG LATAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Jangan jadi anak muda yang latah! Apalagi ikutan latah membenci sesuatu. Membenci seseorang karena selera fashionnya yang dianggap bikin keki, cara dia duduk atau cara dia bicara ndeso, misalnya. Toh itu engga salah, toh itu engga mengganggu lo, toh itu juga engga menyakiti perasaan lo. Siapa tau itu udah jadi pilihan dia. Lo siapa nentuin arah hidup orang ha?






Gue menyadari kita engga bisa mengubah society, karena setiap individu punya hak untuk tidak dipaksa, berhak mengusahakan taraf hidup sesuai kehendaknya. Yang perlu kita ubah justru mind set kita terhadap diri kita sendiri.  

Sekarang gue tanya, jari tangan yang pendek dan gendut gendut itu salah? Apa lantas yang bentuk jari menulang kurus dan panjang itu ideal? Kita menganggap yang indah itu selalu macam indah dipandang ya? Padahal apa yang kita punya sebenernya udah lebih indah daripada engga ada sama sekali.

Kenapa gue udah selancar itu ngomongnya? Selurus itu jalan pikiran gue? Belum sodara sodara. Gue salut ke kalian yang diposisi cuek sama keadaan sekitar, bukan engga peduli sama peristiwa dan malah membuang muka. Bukan! Cuek yang gue maksud adalah engga memberi fokus perhatian ke hal serupa fisik milik orang.

Orang orang kita banyak yang latah, banyak yang engga sadar bahwa sebenarnya mereka suka ikut-ikutan orang di sekitarnya ngescan orang diliat dari fisiknya. Mungkin memang udah naluri yang hidup dan berkembang di society kita ya, buat ngescan orang dari appearancenya.

Giginya tonggos, berbadan montok, jarinya gendut. Ya begitulah masyarakat kita, sulit sih menurut gue memangkas cara pikir yang kayak gitu. Kalo aja si orang yang lo anggap bergigi tonggos itu dapat kesempatan memilih dari Sang Maha Pencipta, dia pasti menolak kalau harus diberi gigi yang begitu. Terus apa salah kalau dia punya gigi tonggos? Gigi tonggos milik dia yang lo lihat, jadi alasan lo benci sama dia? Padahal punya gigi tonggos bukan salah dia. Lagi pula, punya gigi tonggos apa salah, ya? 

Apakah ada hak dia untuk dibenci sebab apa yang dianugerahkan ke dia dari Sang Maha Pencipta?

Engga semua orang itu nyaman loh dikata-katain gendut, dikatain engga pantes senyum karena giginya engga rapi, dikatain engga oke kalo diajak selfie karena mukanya jerawatan misal, padahal siapa tahu dia engga jadi rendah diri gegara dia lagi jerawatan. Siapa tahu orang yang lagi jerawatan yang lo hindarin itu, engga merasa risih dengan jerawatnya. Jadi, lo sia-sia aja kalo pingin menghindari dia biar orang lain ikutan menghindari juga.

Oke, kita tahulah faktanya bahwa di masyarakat kita ngatain orang memel sambil dicubit-cubitin itu seru banget, gue juga termasuk. Gue paham itu engga appropriate, engga nyaman didengar, tapi gue hampir kehabisan cara bergaul dengan teman teman yang baikkkkk sangat, yang malah ketawa ketiwi kalo gue gemes-gemesin. Seenggaknya gue tahu dia oke oke aja kalo gue enyek-enyek lengannya.

Gemesnya gue bukan karena gue melihat apa yang ada di dia itu aneh atau harus diperbaiki. Gue melihat itu sebagai sebuah perbedaan aja. Kayak yang pernah gue mention di artikel Permainan Dunia, biarin aja adanya perbedaan, unyu kok. Baca deh biar mantep.



balon beda warna
macem macem kayak manusia



Doi juga gitu, dia suka ngeledek temennya kayak siluman. Gue sadar kok itu bukan ledekan, itu salah satu cara bergaul.

Jadi, ngata-ngatain orang yang gue maksud di sini adalah ngatain dalam arti sesungguhnya. Bener bener ngatain orang dengan perasaan engga suka, pinginnya cuman menghindari dia, dan bahkan di beberapa orang yang meledek itu, dia beneran berniat bikin orang yang diledek merasa malu. Gue salah satu korbannya.



ngecek view finder, kayak lihat fakta bahwa
banyak orang masih suka scanning fisik,
engga nyaman tau

Dear pembaca, apakah ada alasan lain kenapa ngata-ngatain fisik orang tuh engga baik kita lakuin, selain engga penting, engga penting, dan engga penting? Juga jangan latah ikut-ikutan benci orang lain karena fisiknya!

Perlu engga sih hal ini gue lakuin, ada faedahnya buat orang lain engga sih kalo gue becandanya pake ngata-ngatain orang?

Apalagi kalo fisiknya dibandingin sama keluarga dia, kakaknya misal, jangan sampe dia merasa risih dengan dirinya sendiri dan merasa rendah diri ngelihat fisik sodaranya –yang akhirnya– dia anggap super kece.

Jangan sampe itu terjadi! Lo udah ngeubah hidup orang, lo udah ngeubah cara pandang orang akan sesuatu yang bikin orang jauh dari Allah. Tau kenapa? Karena lo bikin dia mikir fisik yang dia miliki adalah kekurangan, bukan untuk disyukuri.

Kalo lo berbalik nuduh dia orang yang engga bersyukur. Lo salah. Lo penyebabnya, bukannya didukung untuk bersyukur, lo malah sebaliknya. Kalo lo engga sanggup mendukung dia, setidaknya lo engga cuat cuit soal kekurangan –ntah di belakang atau di depan– dia.

Apa susahnya mengawali sapaan dengan tidak membahas fisik? Coba dari diri sendiri untuk engga menyinggung hal ini. Biar lingkungan atau society kita engga melulu dihiasi orang orang bodyholic yang mengidolakan fisik sempurna, tapi mensyukuri apa adanya. Kalau sudah begitu, gue percaya lambat laun orang orang bakal sadar bahwa fisik itu bukan hal yang patut dibahas untuk dibanding-bandingkan apalagi untuk dijadikan standar mengukur kebaikan orang.




و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.